Baca Juga

Sumber

Hidroponiksaja - Jika anda mau menanam sayuran hidoponik dengan sistem wick ini tentu saja ada beberapa hal yang penting untuk anda harus perhatikan, kenapa? supaya sayuran hidroponik yang anda tanam menggunakan sistem wick ini mampu tumbuh secara optimal.  Nah hal apa saja yang perlu diperhatikan? di bawah ini uraiannya:
  1. Jarak tanam jangan terlalu pendek standar produksi adalah 20-25 cm antar lubang. "Untuk jenis tanaman tertentu memerlukan jarak lubang tanam yang panjang agar pertumbuhan tanaman bisa optimal. Namun jika tanaman yang tumbuhnya lebih meninggi jarak tanam pendek juga gak masalah. namun karena sistem wick ini untuk belajar dulu maka jarak lubang tanam bisa diabaikan dulu. nah ketika sudah bisa dengan sistem wick ini anda bisa membuat sistem lain dengan jarak lubang tanam standar".
  2. Jarak pot ke larutan nutrisi usahakan tidak lebih dari 1cm. "Jarak net pada netpot usahakan berjarak tidak lebih dari 1 cm dimaksutkan agar ketika akar tanaman keluar dari sumbu bisa segera terkena larutan nutrisi. Sehingga akar yang baru tumbuh tidak sampai kering karena jarak terlalu jauh dengan larutan nutrisi".
  3. Pilih tanaman yang kebutuhan air masih bisa terpenuhi oleh daya kapilaritas sumbu pada sistem. "Jika tanaman memerlukan air lebih banyak dari daya kapilaritas sumbu yang anda gunakan maka akan berakibat pada tidak tercukupinya kebutuhan nutrisi pada tanaman hidroponik anda".
  4. Aduk larutan nutrisi minimal 1 x sehari jika anda tidak menggunakan aerator. "Anda bisa mengaduk larutan nutrisi menggunakan tangan atau alat apa saja yang penting steril minimal 1 x, jika anda sudah menggunakan aerator mungkin tidak perlu diaduk".
  5. Gunakan bak larutan nutrisi yang tidak tembus cahaya matahari. "kenapa gunakan bak larutan yang tidak tembus sinar matahari supaya pertumbuhan lumut tidak banyak. lumut pada larutan nutrisi selain akan tidak menarik ketika dilihat juga akan berakibat pada sayuran yang ditanam. pertumbuhan kurang optimal.
  6. Gunakan air baku yang tds di bawah 100 ( bisa gunakan air tetesan ac, atau air RO atau air apa saja yang ppmnya dibawah 100). "Logikanya jika air bakunya ppm sudah tinggi, airnya sudah banyak kandungan mineral di dalamnya. Air paling bagus untuk berhidroponik adalah 0 namun untuk mendapatkan ppm 0 tentu saja akan cukup sulit. yang mendekati adalah air tetesan AC yang ppm sekitar 30-60, air RO dibawah 20, air destilasi".
  7. Jaga suhu larutan nutrisi antara 24-27 celcius. "Usahakan larutan nutrisi hidroponik dalam bak adalah 24-27 derajat celcius, selalu cek menggunakan alat ukur suhu. Jika lebih dari itu maka anda bisa tambahkan es supaya suhu larutan turun".
  8. Jaga ph dikisaran 5,5-6,5. "Jaga ph larutan nutrisi di kisaran 5,5 – 6,5 agar semua unsur hara bisa terserap optimal oleh akar tanaman".
  9. Jaga suhu larutan nutrisi antara 24-27 celcius. "Usahakan larutan nutrisi hidroponik dalam bak adalah 24-27 derajat celcius, selalu cek menggunakan alat ukur suhu. Jika lebih dari itu maka anda bisa tambahkan es. supaya suhu larutan turun".
  10. Bantu spray tanaman ketika panas terik antara jam 10-14."Suhu lingkungan yang terlalu panas dari kebiasaan tanaman tentu akan cukup berpengaruh dan berpotensi tanaman menjadi layu. silahkan bantu spray tanaman jika kondisi tanaman layu".
  11. Selalu cek dan pastikan sumbu bekerja dan bisa membasahi rockwool (jika menggunakan rockwool). "selalu cek saja ya agar rockwool tidak kekeringan dan tanaman tetap segar dan tumbuh optimal".
10 Tips di atas bukan merupakan pakem yang kaku, anda bisa melakukan langkah-langkah tambahan selain tahapan yang telah disebutkan di atas. Namun demikian, dengan melaksanakan tips di atas, InsyaAllah tanaman pertama anda dengan sistem hidrponik sederhana (wick) dapat berhasil.





Sumber

Post a Comment

 
Hidroponiksaja © 2018. All Rights Reserved. Shared by WpCoderX
Top